Prolog
Sebelum masuk ke isi konten
pembahasan mengenai isi buku nya, saya melihat keterkaitan antara 3 buku yg
dipilih dosen saya untuk di ulas dalam rangka penilaian nilai UAS Bahasa
Indonesia. Buku pertama ada Ronggeng Dukuh Paruk yg mengisahkan Srintil seorang
ronggeng yang tinggal di kampung banyumasan yg harus tersiksa karena korban
politik PKI di desa nya di periode 1965.
Bumi Manusia menjadi salah satu opsi dimana mengisahkan tentang
Minke yg melawan takdir nya yg hidup di zaman kolonialisme, sosok perempuan malang
dalam cerita ini adalah annelies yg harus pasrah mengikuti aturan hukum untuk
dipisahkan dengan suaminya. Tidak kalah suram juga hidup Nyai Ontosoroh yang mendapat
stigma negatif karena pergundikan dan menjadi nyai yg dianggap sebelah mata
oleh orang orang di zaman itu belum lagi terpisah dengan anaknya yg harus di
deportasi ke belanda.
Tarian Bumi menjadi opsi ketiga yang contoh penerapan
nyata sistem kasta yang membuat perempuan brahmana di bali harus membatasi diri
dan tidak boleh bersuami dengan kasta di bawahnya dan kasta yg lebih tinggi ini
mengekslusifkan diri dengan adat budaya nya. Masalah muncul ketika kalangan
brahmana jatuh cinta dengan kalangan sudra. Perempuan dan kemalangan dalam buku
yg ditulis ini mengisyaratkan kritikan nyata bahwa perempuan itu seringkali
tertindas dalam kehidupan dan dalam berbagai kasus kriminalitas korban
perempuan.
Kejahatan dan Kekerasan terutama korban perempuan mendominasi. Fakta yang ada membuat kita
harus memandang kehidupan dengan cara lain.Melawan ketidakadilan dan kekerasan
terhadap perempuan. Menciptakan kesetaraan dan menerapkan untuk tidak
diskriminatif terhadap perempuan.
Bumi Manusia Menurut saya...
Buku Pramodya Ananta Toer bagian 1
dari Tetralogi Buru yg menjadi tugas UAS saya berjudul "Bumi
Manusia". Bumi Manusia berlatar tokoh utama bernama minke (dibaca mingke)
yg mencoba melawan takdir nya sebagai manusia pribumi yang hidup di zaman colonial
belanda.Minke adalah anak yg cerdas sehingga dia bisa sekolah di HBS. HBS
sendiri mengingatkan saya dengan Mantan Presiden Soekarno yg dulu sekolah di
HBS. kesamaan juga sebenarnya antara minke dan bung karno karena sukarno muda juga
mengalami pergolakan batin mengenai identitas dan cinta. Disini Minke juga
mengalami masalah yg sama dia jatuh cinta dengan seorang keturunan belanda Indonesia
atau disini disebut indo yg Bernama Annelies Mellema. Annelies Mellema ini adalah
Anak dari Belanda Totok Herman Mellema dan Seorang Nyai, iya Nyai Ontosoroh.
Penjajahan yang dilakukan oleh Kolonial Hindia Belanda saking begitu lama nya
hingga membuat banyak orang Belanda totok itu menetap di Tanah Nusantara. mereka semena mena terhadap pribumi. Kedatangan Bangsa Hindia Belanda tidak hanya
mengubah sektor ekonomi dan pelan pelan menanamkan budaya dimana contohnya membuat aturan yang menciptakan
ketidakadilan untuk kaum pribumi. White Lives Matters lebih bisa menggambarkan
kondisi yang digambarkan Pram dalam buku nya ini.
Bumi Manusia menggambarkan hirarki piramida kehidupan di Zaman itu. Ketika penjajahan kolonialisme hindia belanda Kalangan yang dianggap hina dan paling bawah adalah Kalangan Pribumi, diatasnya lagi Kalangan Indo ( Campuran Indonesia – Belanda ), Kalangan China dan Arab, Kemudian paling atas Belanda totok atau Belanda Murni yaitu darah murni eropa. Dalam dunia nyata mungkin di zaman itu seperti yang dituliskan Pram.
Pada tanggal 17 September 1901, Ratu Belanda
Wilhelmina mengumumkan bahwa Belanda akan bertanggung jawab secara moral demi
kesejahteraan rakyat kolonial mereka sehingga muncul nya kalangan baru yang disebut Bumi Putera yang bisa
mendapatkan akses pendidikan. Disini mulai muncul Hirarki baru dimana Pribumi bisa
naik kelas menjadi Bumi Putera. Bumi Putera sendiri kalangan anak orang penting
seperti Pedagang atau Saudagar, Bupati, dan juga orang penting Pribumi yang
Bersekolah dan mendapatkan Pendidikan.
Buku Bumi Manusia kita menyelami
sosok Minke yang di dalam hatinya mengalami pergolakan batin. Jujur disini
Minke membuat saya geram dimana meskipun dia Pribumi tapi dia merasa ingin duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan Orang Belanda Totok itu. Dalam
Perjalanan nya bersekolah di H.B.S selain dihadapkan dengan Krisis identitas
dan jati diri, Minke Sendiri menurut saya Seperti kata Dodit Mulyanto “Orang
Jawa yang mengikuti budaya eropa” maksudnya Orang Jawa yang lebih terlihat seperti Belanda sehingga Minke dipanggil Sinyo. Sinyo sendiri istilah untuk memanggil pemuda keturunan Hindia Belanda yang belum menikah.Sekeras apapun berusaha Minke
adalah Pribumi Bumi Putera. Meskipun Berpakaian dan berbudaya seperti belanda
dan fasih berbahasa belanda. Minke tetaplah Minke.
Dalam Buku ini Minke tidak hanya berjuan melawan ketidakadilan sendirian. Ada beberapa tokoh lain yg diceritakan yaitu Annelies Mellema,
seorang anak indo dari ibu seorang Nyai. Nyai disini adalah Istilah untuk Gundik atau
istilahnya Pasangan Perempuan yg tinggal Bersama tapi tidak ada ikatan Pernikahan yang sah. Penyebab Pergundikan ini karena perbedaan status sosial, ras, suku dan agama.Sejujurnya setelah Membaca buku Bumi Manusia ini saya
berfikir apakah garis keturunan diatas saya yaitu leluhur saya ini melalui proses
pernikahan secara sah atau tidak di zaman itu. Karena kasus pergundikan yg
terjadi ini bisa jadi di zaman itu banyak sekali sehingga membuat Seorang Ibu seperti nyai Ontosoroh tidak mendapatkan
keistimewaan dari kolonialisme Belanda. Tidak mendapatkan hak selayaknya istri sah, yang terjadi justru dia dipandang sebelah mata dan
dianggap pihak Belanda merebut Suami orang. Seperti digambarkan Herman Mellema dari Tuduhan anak biologis dari istri sah nya di Belanda, Maurits Mellema.
Kita Kembali ke Minke seorang Bumi
Putera yang di Perjalanan selama menempuh pendidikan di H.B.S Jatuh Cinta terhadap anak indo dan kemudian menikah. Pernikahan ini
bisa dibilang melompati pagar karena perbedaan kasta pribumi dengan indo. Dalam
perjalanan Pernikahan Minke dengan Annelies banyak badai cobaan menerpa. Hukum
di Zaman itu tentu benar membela Hindia Belanda. Annelies yang sudah menikah tidak
bisa menetap di Indonesia. Annelies dijemput Paksa karena hak perwalian nya ke
Tangan Maurits Mellema. Maurits Mellema sendiri anak sah dari Herman Mellema yg
dari kecil ditinggal Herman Mellema dan datang ke Indonesia untuk mencari
Herman Mellema untuk meminta hak semua harta Herman Mellema. Nyai Ontosoroh
sendiri di repotkan dengan masalah Robert Mellema yang keras kepala menjadi tokoh
antagonis yang benci pribumi padahal dia sendiri tidak bisa melawan takdir
untuk bahwa dirinya separuh pribumi. Kompleksitas masalah yang terjadi di Buku
pertama TetralogI Buru ini Banyak membuat saya Berfikir 1 kalimat.
Sudahkah kita selama ini memanusiakan manusia dengan hidup berdampingan satu
sama lain ?.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar