Pages

Pages - Menu

Pages - Menu

Memaknai Agama dan Pluralisme dalam Sila Pertama Pancasila : Ketuhanan yang Maha Esa

  

Setelah saya membaca jurnal ANALISIS DAN MAKNA TEOLOGI KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM KONTEKS PLURALISME AGAMA DI INDONESIA maka saya tuliskan pemahaman saya sebagai berikut :





Jurnal ini membuat topik pembahasan mengenai konteks utama sila pertama Pancasila : Ketuhanan yang maha esa. Memahami maknanya mendalam, tidak hanya sekedar tau tapi memaknai lebih luas mengenai pluralisme.Dasar dari pluralisme ialah konsep kerukunan beragama yang saling menghargai keberagaman yang kaya dari nilai nilai luhur umat beragama. Sebelum bisa memaknai dan memahami baiknya kita sebagai umat beragama masing-masing, kita harus mengerti bahwa setiap agama memiliki faham ajaran kebaikan.

Memang dalam setiap agama memiliki batasan satu sama lain dan sering kali bersebrangan mengenai apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.tapi jika kita makin mendalami agama yang kita anut, maka kita menemukan benang merah yang sama. Toleransi mencegah potensi bentrokan antar umat beragama.Toleransi beragama tidak berarti menyampurkan praktik keagamaan satu dengan keagamaan lain. Melainkan fokus untuk menghargai adat dan praktik agama lain.Bangsa Indonesia yang sangat majemuk memiliki potensi kerentanan mengalami masalah bentrokan antar umat beragama. Terjadinya bentrokan antar umat beragama memiliki potensi mengurangi ketahanan dan keamanan nasional.

Bangsa indonesia sebagai bangsa yang besar harus merangkul setiap golongan agar menjadi bangsa yang maju dan beradab. Pancasila sebagai Falsafah hidup bangsa terutama diawali dengan Sila yang Pertama yaitu ketuhanan yang maha Esa memiliki makna bahwa minoritas bukan dipukul, dan mayoritas jangan semena-mena. Seringkali di lapangan dalam kehidupan sehari hari terjadi penyelewengan ataupun tindakan represif antara umat beragama satu dengan umat beragama lain. Hal ini bisa dihindari jika menyadari bahwa setiap agama yang ada memiliki tujuan mulai yaitu sebagai pedoman hidup manusia.

Ketuhanan yang maha esa memiliki makna yang luas dimana tuhan ini tidak merujuk pada agama tertentu, Meskipun bangsa indonesia penganut nya banyak yang beragama muslim dan menyembah Allah, tidak berarti makna Sila pertama di Pancasila khusus untuk agama islam saja. Tuhan yang Maha Esa. Kata “esa” juga berasal dari bahasa Sanskerta / Pali. Kata “esa” bukan berarti satuatau tunggal dalam jumlah. Kata “esa” berasal dari kata “etad” yang lebih mengacupada pengertian keberadaan yang mutlak atau mengacu pada kata “ini” (this – Inggris).

Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara menjadi acuan nilai bagi kerukunan dan toleransi antar pemeluk agama. Prinsi-prinsip pancasila, yakni berketuhanan mesti menjadi visi bersama bagi tiap sendi kehidupan berbangsa. Melalui nilai-nilai tersebut dengan mudah akan terjalin kehidupan harmoni agama, politik, sosial, budaya, dan juga ekonomi.