Prolog
Buku kedua yang saya ulas adalah Ronggeng Dukuh Paruk karya Imam Tohari. Sejujurnya saya sangat familiar dengan buku ini dikarenakan ketika saya SD buku ini beberapa percakapan nya menjadi materi soal Ujian Nasional 2013.Novel ini sangat tebal karena bagian dari Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ( Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, Jentera Bianglala ) Banyak hal yang menarik di Novel ini dimana kental sekali dengan bahasa Banyumasan yang khas.Seperti hal nya novel Tetralogi Buru : Bumi Manusia, Buku ini sempat dilarang di zaman orde baru dikarenakan erat kaitan nya dengan kasus PKI 1965
Ronggeng Dukuh Paruk Menurut Pendapat saya ...
Novel ini sesuai dengan judulnya menceritakan tentang seorang Ronggeng atau Sang Penari yang bernama Srintil. Sebelum Srintil menjadi Ronggeng, dahulu kala ada Ronggeng sebelumnya yang menjadi Perempuan Penghibur di daerahnya, yaitu Dukuh Paruk. Latar waktu yang diambil di Ronggeng Dukuh Paruk itu sendiri terjadi pada awal kemerdekaan dikarenakan latar waktu menceritakan kejadian kelam di Indonesia yaitu 1965.Sisi Sosial Budaya serta adat adalah nilai yang sangat kental dibahas di Novel ini terbukti dengan beberapa upacara adat dan bahasa banyumasan yang khas dalam dialognya.
Sesuai penjelasan di awal tadi bahwa karakter utama di Novel ini adalah Srintil seorang Ronggeng. Ronggeng disini adalah Wanita yang berpakaian Jawa dan menari bersama laki laki dalam tayub.Tarian Tayub ini menjadi sarana pergaulan dan budaya yang mengakar di Dukuh Paruk. Ronggeng tidak hanya menemani menari tetapi juga menemani tidur laki laki. Budaya semacam ini tentu sangat bertolak belakang dengan budaya kita di Indonesia yang mayoritas muslim. Warga Dukuh Paruk sendiri di novel tidak dijelaskan secara gamblang beragama apa. Tetapi seluruh warga Dukuh Paruk ini mempercayai dahulu Dukuh mereka ini ada Nenek Moyang mereka yang menetap dan menjadi penduduk pertama atau menjadi orang yang menjadi asal muasal dukuh paruk yaitu Ki Secamenggala.
Selain Srintil tokoh utama di Novel ini adalah laki laki bernama Rasus. Laki laki ini yaitu Rasus adalah teman srintil semasa kecil. Terlihat Rasus ini seorang yang baik, lugu dan cenderung pemalu. Meskipun pemalu Rasus ini digambarkan sangat peduli dan menyayangi Srintil. Tokoh lain yang digambarkan disini adalah Kartareja dan istrinya menjadi pemandu atau seorang bapa sebagai Pemimpin kelompok Ronggeng di Dukuh Paruk.
Dukuh Paruk adalah Dukuh yang letaknya di Pedesaan Banyumas. Sehingga mata pencaharian penduduknya adalah mayoritas sebagai Petani. Dukuh ini bisa dibilang masih terbelakang karena banyak sekali warganya yang tidak berpendidikan serta asing dari perkotaan. Dukuh ini terkenal akan kesenian Ronggeng nya yang dimana setiap malam akan pentas. Ada suatu masa ketika Ronggeng sebelum srintil yang meninggal karena tragedi tempe bongkrek. Tempe Bongkrek sendiri adalah makanan yang Populer di Banyumas dan sekitarnya. Tempe limbah dari campuran sisa bahan pembuatan Tempe dan Tahu yang di fermentasi. Kejadian keracunan Tempe Bongkrek ini membuat Ronggeng kebanggan Dukuh Paruk meninggal beserta beberapa warga lain nya.Tidak terima dituduh warga sebagai penyebab kematian massal, pembuat Tempe Bongkrek yaitu Orang Tua Srintil memakan Tempe olahan nya sendiri sehingga menyebabkan mereka ikut meninggal. Anak sekecil itu harus kehilangan orang tua nya. Setelah kejadian itu Srintil hanya tinggal bersama Neneknya.Bersama Musibah itu Dukuh Paruk menjadi sepi tanpa alunan musik Ronggeng dan Tarian Ronggeng. Keris susuk yang dimiliki Ronggeng sempat terjatuh ketika kejadian Kematian Massal ditemukan dan disimpan oleh Rasus.
Ketika anak anak Rasus dan Srintil bersahabat dan keduanya saling menyukai meskipun seorang teman. Srintil kecil sebagai perempuan sangat mengidolakan Penari Ronggeng yang Cantik dan menghibur orang orang, tapi bertolak belakang dengan Rasus yang tidak suka Srintil menari menghibur orang orang. Disini Tampak Terlihat Rasus cemburu. Ketika bertumbuh menjadi gadis dewasa yang Cantik dan Anggun Srintil menjadi Ronggeng. Sebelum menjadi Ronggeng ada berbagai macam upacara diantara nya Upacara Pemandian dan Upacara Bukak Kelambu, yaitu Upacara untuk siapa laki laki yang membayar harga yang sesuai emas kepeng yang paling tinggi maka bisa menikmati keperawanan srintil. Konflik batin Rasus ini membuat dia menangis batin karena Srintil sahabat kecil yang dicintai harus menjadi Ronggeng. Meskipun pada akhirnya Rasus diberikan dengan penuh cinta keperawanan tubuh oleh Srintil sendiri.Rasus Pergi setelah kejadian Srintil menjadi Ronggeng namun sebelum itu Rasus menitipkan Keris Ronggeng yang sebelumnya dibawa untuk disimpan Rasus. Rasus pergi mencari jati diri untuk menjadi Tentara dan Srintil menjadi Ronggeng sebagai impian nya.
Rasus merantau dan pelan pelan akhirnya mewujudkan mimpi menjadi Tentara, dan Srintil menjadi Ronggeng terkenal di Dukuh Paruk. Saking terkenalnya Kelompok Ronggeng Srintil dan Penabuh kendang buta bernama Sakum sehingga menjadi alat Propraganda Kelompok Partai Komunis Indonesia. Kelompok Ronggeng yang dipimpin Kartareja ini tidak tergabung menjadi anggota partai, Melainkan menjadi alat Propraganda untuk mencari dukungan dan menyebarkan faham komunis.
Petaka utama terjadi ketika krisis 1965 Pemberontakan PKI di Jakarta mulai terjadi. Anggota simpatisan di seluruh daerah ditangkap dan ditahan oleh Tentara tak terkecuali warga Dukuh Paruk.
Srintil, Sakum dan Kartareja beserta penduduk lain ditangkap dan dituduh menjadi bagian kelompok Partai. Kasihan sekali nasib warga Dukuh Paruk yang tidak tau apa apa menjadi korban politik atau Tahanan Politik. Disini setelah kejadian Viral nya Dukuh Paruk, Rasus pulang kembali dan berusaha mencari Srintil. Tetapi setelah berusaha mencari mereka pada akhirnya ketemu dengan situasi yang berbeda. Srintil yang sempat ditahan lebih dari yang seharusnya menjadi korban eksploitasi seksual oleh sang penyandera. Menjadikan mental dan pribadi yang berbeda dengan sahabat kecil yang ditemui Rasus dulu. Everything Has Changed
Tidak ada komentar:
Posting Komentar